Rabu, 03 Juni 2015

Pameran Literasi dan Budaya 2015 “ DOLANAN ENGKLAK”





Pemeran Literasi dan Budaya 2015 yang diadakan oleh Prodi Ilmu Perpustakaan S1 dan D3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menampilkan Pameran Dolanan Anak, Show and Tell Competition, Talkshow & Music. Yang bertepatan pada tgl 26-27 Mei 2015 pukul 09.00-16.00 wib @Gelanggang ESKA UIN SUKA. Dalam pameran tersebut menampilkan 10 stand dolanan anak yang masing-masing stand mengangkat tema yang berbeda-beda. Ada stand dolanan Cublak-Cublak Suweng, Jamuran, Engklek, Jalangkung, Gangsing, dan masih banyak lagi. Nah, untuk kelompok kami sendiri mengangkat tema “Dolanan Engklak”. Bermain Engklak. Untuk pameran dolanan anak ini pengunjungnya juga cukup ramai, mulai dari kunjungan dari anak-anak Paud, TK, bahkan ada juga mahasiswa/i, dosen-dosen serta penyair dan sejarawan. Pengunjung yang datang ke stand dapat mencoba permainan-permainan yang telah dipamerkan dan tidak sungkan-sungkan kami akan mengajari bagaimana caranya memainkan permainan itu apabila pengunjung belum paham mengenai permainan tersebut. Tidak hanya permainan saja yang kami pemerkan namun ada juga souvenir, stiker, dan brosur mengenai filosofi permainan-permainan tersebut.
Karena pameran dolanan anak ini diadakan oleh Prodi Ilmu Perpustakaan khususnya mata kuliah IDKS (Informasi Dalam Konteks Sosial) maka sudah pasti ada kompetisi antara masing-masing stand, dengan kategori penilaian baik dari segi pemanpilan stand maupun tata cara menarik pengunjung serta apakah dapat melayani pengunjung dengan baik atau tidak. Kami senang sekali akhirnya perjuangan dan kerja keras kami terbayarkan. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT yang telah melancarkan acara ini tanpa halangan suatu apapun. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Prodi Ilmu Perpustakaan yang telah mengadakan acara ini. Terimakasih juga kepada Ibu Labibah selaku Dosen mata kuliah IDKS, dan terimakasih kepada semua selaku Dosen Ilmu Perpustakaan yang telah ikut berpartisipasi dalam memeriahkan acara ini. Terimakasih juga kepada Bpk Nurdin Laugu selaku DPA kami yang juga telah memeriahkan acara ini. Terimakasih kepada kelompok Stand 4 dengan tema “Dolanan Engklak” yaitu Akmal Faradise, Deni Yugo Prasetyo Aji, Khadziq Marzuqi, M.Adib Mahbubi, Ina Kencana Putri, Rina Anggi S, Nova Maziatul Ulya, Faradhilla Ayu Ghaisassani, dan Hanifah Nur Annisa yang telah kompak dan bekerja keras untuk ikut memeriahkan acara Pameran Literasi dan Budaya 2015 ini. Terimakasih juga kepada teman-teman Prodi Ilmu Perpustakaan S1 dan D3 baik angkatan 2012, 2013, 2014 yang telah ikut berpartisipasi dan memeriahkan acara ini. Terimakasih juga untuk teman-teman dari jurusan lain serta masyarakat yang datang dari jauh hanya untuk ikut memeriahkan acara ini, serta terimakasih juga kapada kakak-kakak tingkat yang kami sendiri tidak tahu angkatan tahun berapa serta 

Terimakasih juga untuk sponsor-sponsor yang telah mendukung dan membantu acara ini sepenuhnya dan untuk semuanya yang kami tidak bisa sebutkan satu persatu karena masih sangat banyak, yang jelas kami  mengucapkan terimakasih karena telah ikut berpastisipasi dalam memeriahkan acara Pameran Literasi dan Budaya 2015. 

Minggu, 31 Mei 2015

Komunitas FORSI (Forum Sahabat Inklusi) di UIN Sunan Kalijaga




Saya bergabung komunitas FORSI ( Forum Sahabat Inklusi) maksudnya PLD UIN Sunan Kalijaga tahun 2013. UIN Sunan Kalijaga sudah sejak lama menerima mahasiswa penyandang disabilitas atau disebut difabel menjadi bagian akademik sejak pada tahun 2005. UIN Sunan Kalijaga menjadi universitas yang menghargai, menerima dan mengakomodasi semua perbedaan kebutuhan mahasiswa, termasuk mahasiwa difabel. Kebiasaan menolong yang dilakukan para relawan kepada mahasiswa difabel di PLD UIN Sunan Kalijaga merupakan sebuah fenomena yang menarik untuk dikaji. Hal ini disebabkan karena menjadi anggota Pusat Studi dan Layanan Difabel (PLD) sebagai sarana melakukan kebiasaan menolong dapat menyebabkan munculnya perasaan bahagia. Hal ini sebagaimana pengakuan dari Ridho, seorang difabel (Tunarungu) Pusat Studi dan Layanan Difabel (PLD) yang mengungkapkan bahwa: 

“Kebahagiaan [menjadi mahasiswa anggota PLD] ini tidak saya dapatkan ditempat lain, belum saya dapatkan di manapun. Di bangku kuliah ya bahagia ya saya  mendapatkan  kebahagiaan  tapi  tidak  sebahagia  di  sini  [PLD.] Kalau kebahagiaan secara finansial yang jelas itu tidak, tapi itu cukup mendapatkan   kebahagiaan   batin   karena   saya   merasa   nyaman   dan bahagia.  Karena  uang  juga  tidak  membuat  kebahagiaan  secara  lahir maupun  batin  juga.  Tapi  karena  saya  enjoy  dan  nyaman  di  sini.”

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  dinamika  kebahagiaan  relawan pusat studi dan layanan difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang berfokus pada proses pencapaian kebahagiaan difabel, faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan difabel dan relawan, karakteristik kebahagian difabel dan relawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor  yang  mendukung kebahagiaan adalah : religiusitas, doa: senantiasa berdoa untuk kebaikan, kehidupan sosial yang kaya, lingkungan yang mendukung, pendidikan yang baik, menolong sesama, bermanfaat bagi sesama, mensyukuri apa yang ada, memiliki orang-orang terdekat yang mendukung. Selama menjadi difabel dan relawan kedua informasi tidak terlepas dari kendala, akan tetapi kendala tersebut bukan menjadi penghambat kebahagiaan. Kedua mahasiswa difabel dan relawan tersebut juga menunjukkan akan karakter mampu menghargai diri sendiri, optimism, keterbukaan, serta pengendalian diri yang dimiliki mereka. Tidak saja kedua subyek merasa bahagia, tapi mereka juga memiliki kebahagiaan sebab mereka berdua telah mempunyai dan menunjukkan karakter yang kuat serta kebaikan hati. Terima Kasih.... (^_^)

Minggu, 26 April 2015

Melanggar Copyright di Perpustakaan

Pembajakan dan pelanggaran copyright tampaknya di masyarakat Indonesia. Terkadang masyarakat sendiri tidak menyadari, bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah suatu bentuk pelanggaran copyright. Bahkan, kegiatan pelanggaran copyright seperti tindakan legal yang setiap orang boleh melakukannya. Di Indonesia seseorang dengan mudah dapat memfoto kopi sebuah buku, padahal dalam buku tersebut melekat copyright yang dimiliki oleh pengarang atau orang yang ditunjuk oleh pengarang sehingga apabila kegiatan foto kopi dilakukan dan tanpa memperoleh izin dari pemegang copyright maka dapat dikategorikan sebagai pelanggaran copyright. Apalagi saat ini bisnis taman bacaan saat ini tumbuh subur dibeberapa kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Di Yogyakarta dapat dengan mudah ditemukan taman bacaan yang menyediakan berbagai terbitan untuk disewakan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengarang akan untuk menulis karena hasil karyanya selalu dibajak sehingga dia merasa dirugikan baik secara moril maupun materil. Pengarang atau penulis mungkin akan memilih profesi lain yang lebih menghasilkan.

kegiatan pelanggaran copyright di Indonesia menyebabkan berbagai lembaga pendidikan dan pemerintah terkadang tidak sadar telah melakukan kegiatan pelanggaran copyright.dalam hal penghormatan terhadap copyright. Contoh konkrinya adalah perpustakaan, lembaga ini sebenarnya rentan akan pelanggaran copyright apabila tidak paham mengenai konsep copyright itu sendiri.Plagiasi, Digitalisasi koleksi dan layanan foto kopi merupakan topik-topik yang bersinggungan di copyright. Akan tetapi selain rentan dengan pelanggaran copyright justru lembaga ini dapat dijadikan sebagai media sosialisasi copyright sehingga dapat menimalkan tingkat pelanggaran copyright di Indonesia.

Berikut ini berbagai karya yang dilindungi hak ciptanya oleh Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 tentang copyright antara lain :
1. Buku, Program Komputer, pamflet, dan perwajahan (lay out) karya tulis
2. Ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis (alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan, lagu atau musik dengan atau tanpa teks
3. Drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim
4. Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan
5. Arsitektur
6. Peta
7. Seni batik
8. Fotografi
9. Sinematografi
10. Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain

Dalam usaha ini perpustakaan juga dapat berpartisipasi dengan untuk melakukan sosialisasi copyright serta meminimalkan pelanggaran copyright yang dilakukan pengguna atau perpustakaan sendiri. Dan semoga pembajakan dan plagiasi dapat segera hilang dari bumi Indonesia sehingga semakin memotivasi pengarang atau seniman untuk berkreasi.

Selasa, 24 Maret 2015

Inspirasi : Perjuangan Adikku Demi Seorang Teman Tuna Rungu



Aku hanyalah seorang pria berusia 23 tahun yang tinggal dengan kedua orang tua dan seorang adik laki-laki yang kini mulai menginjak usia remaja. Harus kuakui bahwa aku bukan seorang kakak yang baik untuk adikku, sebut saja. Tak pernah sedikit pun kuluangkan waktu untuk mengawasi atau setidaknya menanyakan kesehariannya. Karena bagiku, dia adalah anak nakal yang sama sekali tak bisa diandalkan. Saat teman-temanku berkunjung, dia selalu saja mengacau sehingga semuanya enggan kembali ke rumahku.
Namun entah bagaimana, kedua orang tuanya selalu saja percaya pada adik. Setelah sekian banyak kekacauan dan kenakalan yang dilakukannya, mereka masih saja berusaha meyakinkan bahwa dia adalah adik yang sangat baik. Orang tuaku ingin hubunganku dengan Adik jauh lebih intim, namun aku sama sekali tidak tertarik. 

Di sisi lain, kadang aku benar-benar merasakan hangatnya kasih sayang seorang adik dari dalam diri. Dia sering memintaku mengantarkannya ke tempat-tempat seperti taman, perpustakaan dan lain-lain. Dia juga tak pernah lelah mengajakkan bermain, walau keinginannya selalu kurespon dengan penolakan. Namun suatu hari, ada sebuah kejadian yang akhirnya membuka mataku.
Namun tanpa banyak bertanya, aku menolak dan meninggalkannya dalam kekecewaan. Rupanya, hal itu membuatnya kemudian memutuskan untuk pergi sendirian. Selama beberapa hari setelahnya, kulihat dia selalu asyik dengan buku bahasa isyarat yang dibacanya, sementara aku dibuat makin tak mengerti dengan keanehannya.
Hal ini benar-benar membuka mataku. Bagaimana mungkin aku tega menolak permintaan Adikku, sementara dia ingin melakukan kebaikan. Bagaimana mungkin anak semuda dia terpikir untuk memberikan ilmu pada anak yang selama ini bahkan disisihkan oleh warga. Ah! Sepertinya memang ada banyak hal harus kupelajari dari adikku.

Minggu, 22 Maret 2015

kunjung di Perpustakaan Kota Jogja



Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta, tempatnya fasilitas yang nyaman untuk dikunjungi, lokasi perpustakaan ini juga sangat strategis di tengah kota Yogyakarta. Tepatnya di Jalan Suroto No.9 Kotabaru Yogyakarta (Selatan Toko Gramedia, posisi di barat jalan).
Para pengunjung bagi kalangan mahasiswa/pelajar/masyarakat umum di daerah Yogyakarta yang hobi membaca buku/novel/koran/majalah ataupun ingin mencari referensi. bisa mengunjungi Perpustakaan yang dilengkapi sejumlah tempat duduk dan hotspot gratis.
Peningkatan jumlah pengunjung juga meningkatkan jumlah buku yang dipinjam. Pada Januari, jumlah buku yang dipinjam mencapai 1.036 eksemplar, sedangkan pada Mei jumlah buku yang dipinjam mencapai 3.246 eksemplar. Buku yang paling diminati adalah sastra diikuti psikologi, budaya, dan keterampilan.
Jadwal pelayanan perpustakaan akan dibuka pukul 08.00-20.00 WIB pada Selasa-Jumat. Pada Sabtu-Minggu perpustakaan buka pukul 09.00-20.00 WIB. Khusus untuk Senin, pelayanan dibuka pukul 08.00-15.30. Setelah jam buka berakhir.
Bagi para pengunjung di Perpustakaan Kota ini yang ingin bisa meminjam buku untuk dibawa pulang, karena perpustakaan ini juga melayani keanggotaan. Setiap anggota yang telah terdaftar akan dapat meminjam buku untuk dibawa pulang sebanyak dua eksemplar dalam jangka waktu satu minggu.

Lagi di Gazebo, fasilitas bagus dapat kontak listrik untuk charge laptop disedia ada empat colokan kontak listrik, jadi bisa sambil laptop pakai hotspot gratis tambah juga charge... he he he :)

Digital library :
Layanan ini dapat diakses oleh seluruh anggota perpustakaan kota Yogyakarta, dengan menggunakan username dan password nomor anggota perpustakaan.

Wifi area :
Perpustakaan Kota Yogyakarta melengkapi fasilitas bagi pengunjung dengan wifi area yang dapat diakses secara gratis. maka pengunjung akan mendapatkan username dan password untuk dapat menikmati layanan ini selama 3 jam.

Mushola :
Terdapat juga Mushola untuk memudahkan para pengunjung dan Pegawai dalam melaksanakan ibadah..

Gazebo :
Gazebo adalah tempat yang nyaman dan sangat cocok untuk berdiskusi, berhotspotan karena disini sangat sejuk dengan sirkulasi udara yang lancar.

Minggu, 15 Maret 2015

Menyukai Nonton Tv yang Bagus

1. Sinetron - Tukang Bubur Naik Haji

Cerita keseluruhan Tukang Bubur Naik Haji seperti menonton kehidupan masyarakat sehari-hari, yang di dalamnya termasuk perilaku kita sendiri. Kita yang seolah-olah seorang dermawan sejati, padahal sebenarnya kita sangat mengharapkan pujian orang.

2. Komedi - Opera Van Java

Cerita yang dihadirkan para wayang biasanya di angkat dari sejarah. dapat memberi pengetahuan tentang sejarah di indonesia. Komedi yang ditunjukan tidak menyinggung para pemain yang lain
Lakon-lakon yang dimainkan biasanya tentang cerita rakyat Indonesia yang dimodifikasi, cerita tentang karier seseorang yang terkenal, cerita rekaan, cerita hanti, cerita dari negara lain, atau cerita dari hal-hal yang sedang populer.

3. Olahraga - Galeri Sepak Bola Indonesia

Informasi yang dihadirkan tidak hanya dari pertandingan-pertandingan nasional, cerita di luar pertandingan pun menjadi perbincangan yang hangat mulai dari kisah para supporter bola, kisah sukses bintang sepakbola Indonesia

4. Berita - Liputan 6

 Aktual, tajam dan terpercaya. Pembawa acaranya dapat memberikan informasi yang lugas sosok yang menginspirasi

5. Agama - Mamah dan Aa Beraksi

 Menyajikan informasi tentang kehidupan sehari-hari dalam kehidupan sosial ataupun rumah tangga

6. Anak-anak - Upin dan Ipin

Perilaku sama orang tuanya yang baik. menggambarkan akhlak anak kepada orang lain, 2 orang anak yang pandai dan pintar. banyak informasi dan pendidikan yang didapatkan.